EnglishIndonesian
EnglishIndonesian

CIMA Jajaki Kerja Sama dengan Kedutaan Uzbekistan

  1. Home
  2. »
  3. Event
  4. »
  5. UNDANGAN KONSULTASI PUBLIK – KOMISI…

Jakarta, 12 Agustus 2026 — CIMA melakukan pertemuan dengan Kedutaan Besar Republik Uzbekistan di Indonesia untuk menjajaki peluang kerja sama dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya pada sektor maritim dan industri terkait. Pertemuan tersebut disambut oleh Mr. Abdurahmon Omonkulov, Konsul Kedutaan Besar Republik Uzbekistan. Dari pihak CIMA, pertemuan dihadiri oleh Dr. Gatot Cahyo Sudewo selaku Ketua Umum CIMA, Bapak Dimas selaku Liaison Officer CIMA, serta Ibu Putri Eva Mayangsari selaku Communication & Public Affairs CIMA.

Pertemuan ini membahas potensi kolaborasi yang dapat dikembangkan antara CIMA dan Kedutaan Besar Republik Uzbekistan, terutama dalam mempersiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia Uzbekistan agar memiliki kesempatan untuk berkarier di sektor maritim internasional. Pihak Kedutaan menyampaikan ketertarikannya terhadap peluang penempatan warga Uzbekistan pada sejumlah bidang, antara lain cruise industry, hospitality di kapal, catering dan galley, medical/healthcare termasuk tenaga perawat, serta berbagai sektor pendukung lainnya dalam industri pelayaran. Meskipun Uzbekistan merupakan negara yang tidak memiliki garis pantai dan pelabuhan laut, negara tersebut memiliki dry ports serta populasi yang besar dan terus berkembang.

Pengembangan Training dan Sertifikasi

Potensi kerja sama yang dibahas mencakup pengembangan dan pelaksanaan maritime training, certification of training, pengembangan kurikulum yang disesuaikan dengan kebutuhan industri, serta pelatihan tenaga profesional untuk sektor maritim dan hospitality. Hal ini juga didukung oleh keberadaan berbagai politeknik dan institusi pendidikan di Uzbekistan yang telah memiliki pengalaman dalam mempersiapkan sumber daya manusia untuk berbagai sektor industri.

Pilot Project Perekrutan Tenaga Kerja Uzbekistan

Salah satu pembahasan yang turut menjadi perhatian dalam pertemuan adalah rencana pilot project perekrutan warga Uzbekistan. Pemerintah Uzbekistan telah mengirimkan surat kepada berbagai Kedutaan Besar Uzbekistan di seluruh dunia terkait kemungkinan pelaksanaan pilot project yang melibatkan sekitar lima mahasiswa atau pelajar Uzbekistan untuk mendapatkan kesempatan bekerja di Indonesia. Program tersebut berpotensi mencakup sektor maritim maupun sektor lainnya sesuai dengan kebutuhan dan peluang yang tersedia.

CIMA Dorong Pemenuhan Standar Internasional

Dalam pembahasan lebih lanjut, CIMA turut menyampaikan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian, terutama berkaitan dengan sertifikasi dan standar maritim internasional. Berdasarkan pembahasan dalam pertemuan, terdapat keterbatasan dalam penyelenggaraan pendidikan dan sertifikasi pelaut yang memenuhi standar internasional untuk posisi tertentu yang membutuhkan Certificate of Competency (CoC).

Karena itu, untuk tahap awal, peluang pengembangan tenaga kerja dinilai lebih memungkinkan pada bidang hospitality dan service onboard, seperti bar attendant, assistant cook, galley/kitchen staff, waiter/service staff, serta posisi pendukung lainnya.

CIMA juga menyampaikan kemungkinan untuk menjajaki kerja sama dengan Panama dalam mendukung pengembangan kompetensi calon pelaut Uzbekistan. Selain itu, CIMA membuka peluang keterlibatan dalam pengembangan dan pelaksanaan training bersama, baik melalui institusi pendidikan atau politeknik di Uzbekistan maupun melalui program pelatihan bersama yang dapat melibatkan lecturer, instructor, pengembangan materi, dan industry-based training.

Tidak hanya dalam aspek pengembangan tenaga kerja, CIMA juga melihat peluang untuk membangun jaringan atau manning agency di Uzbekistan sebagai bagian dari strategi pengembangan talent pool dan pembukaan akses tenaga kerja Uzbekistan ke pasar maritim internasional.

Sebagai tindak lanjut, CIMA dan Kedutaan Besar Uzbekistan akan mengadakan virtual meeting pada periode 31 Agustus–4 September 2026 bersama Migration Agency dan Vocational Education Agency. Pembahasan selanjutnya diharapkan dapat memperdalam konsep pilot project, mengidentifikasi kebutuhan tenaga kerja pada sektor maritim, cruise, hospitality, dan medical, serta mengembangkan program training dan certification.

Pertemuan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam membangun hubungan kerja sama antara CIMA, Kedutaan Besar Republik Uzbekistan, institusi pendidikan, dan industri. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan semakin terbuka peluang bagi tenaga kerja Uzbekistan untuk memperoleh akses terhadap kesempatan kerja internasional, sekaligus memperluas jaringan dan peran industri manning Indonesia di tingkat global.